31 August 2012

Download Wallpaper Ubuntu 12.10 (Quantal Quetzal)

Ubuntu 12.10 sekitar 2 bulan lagi akan rilis, akan tetapi untuk wallpaper yang dibawa bersamanya dapat dilihat sebagai berikut:


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Nah semua wallpaper diatas merupakan wallpaper yang akan ada di Ubuntu 12.10 Quantal Quetzal. jika teman2 ingin mendownloadnya silahkan klik disini .
Semoga Bermanfaat:D

28 August 2012

Cara Memunculkan Kembali Plymouth Linux Mint 13/12/11


Salah satu alasan saya tidak pernah lagi memakai distro Linux Mint adalah karena saat saya mencoba versi Linux Mint 11 dan 12 tidak muncul plymouthnya. Jadi tampilan saat booting hanyalah sebuah layar hitam blank saja. Awalnya Saya pikir ini karna adanya ketidakcocokan antara distro ini dengan mesin saya, karena pada saat saya mencoba distro Ubuntu 11.10 maupun Ubuntu 12.04 Plymouth nya tetap muncul secara normal.

Selidik punya selidik, ternyata Plymouth blank hitam ini memang didesain seperti itu dari pihak pengembang Linux Mint nya dengan tujuan untuk mempercepat proses booting. Jadi apabila kalian mengalami hal yang sama pada mesin kalian, itu bukanlah kesalahan pada mesin kalian, melainkan murni karna memang bawaan dari Linux Mint tersebut.

Sejujurnya saya kurang suka dengan tampilan layar hitam ini, karna kesannya malah terlihat seperti sebuah OS yang rusak. Bukan seperti OS Linux yang indah dan menarik itu. Tetapi jangan kuatir, apabila kalian mempunyai selera yang sama seperti saya, maka kita tetap dapat memunculkan kembali tampilan Plymouth dari Linux Mint ini.

Caranya sangatlah mudah, cukup donlod dua buah paket zip dari plymouth-theme-mint-logo dan plymouth-theme-mint-text dibawah ini, ekstrak, kemudian install dengan mengklik dua kali file-file tersebut, setelah instalasi selesai maka secara otomatis tampilan plymouth Linux Mint kalian akan kembali seperti dulu.

Plymouth-theme-mint-logo.zip

Plymouth-theme-mint-text.zip

Semoga bermanfaat :)

SUMBER

25 August 2012

Cara Menghilangkan Menu Grub Saat Booting di Ubuntu


Postingan singkat pada malam hari ini. Saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman saya saja, karena ini merupakan postingan yang sudah lama dan banyak orang yang pasti sudah mengetahuinya. Tapi apa salahnya bila berbagi bukan? :)

Suatu hari ada salah seorang teman saya yang bertanya kepada saya, katanya bisakah tampilan menu Grub yang muncul saat Ubuntu booting dihilangkan?. Karena cukup memakan waktu bila dia harus menekan tombol enter atau menunggu sekitar beberapa detik baru si Ubuntu mau booting.

Bisakah?

Tentu saja bisa. Caranya sangatlah mudah. Kalian cukup menghilangkan waktu timeout Grub yang ada pada settingan Grub di /etc/default/grub.

1. Pertama ketikkan perintah berikut di terminal :

sudo gedit /etc/default/grub

2. Cari baris GRUB_TIMEOUT=0 dan ganti angkanya menjadi 0.


Save dan tutup file tersebut.

3. Restart komputer kalian, dan lihatlah sekarang menu Grub pasti tidak akan muncul lagi. :D

Semoga bermanfaat :)

24 August 2012

Ebook Tutorial Membuat Hotspot dengan Mikrotik


Ada yang berminat membangun sebuah Hotspot/RT/RW net dengan Mikrotik? Saya baru saja menemukan sebuah ebook yang cukup lengkap dan tutorialnya sangat jelas dan mudah diimplementasikan bahkan oleh seorang pemula sekalipun.

Maaf belum sempet nulis ulang tutorialnya disini, hehe jadi mendingan kalian download saja ebooknya langsung. Silahkan download disini

DOWNLOAD EBOOK TUTORIAL MEMBUAT HOTSPOT DENGAN MIKROTIK

Semoga bermanfaat :)

Download Moron Test 2 di Android


Pernah maen yang namanya game Quiz Parampaa di komputermu? Game seru yang menguji logika dan nalar itu kini juga hadir di Android. Namanya adalah Moron Test 2. Gameplaynya kurang lebih sama saja dengan Quiz Parampaa, namun yang pasti Moron Test 2 lebih fresh dan mengasikkan. :D

Untuk menginstallnya di Android cukup mendownload link APK dibawah ini, pindahkan ke HH mu, lalu install deh.

DOWNLOAD LINK APK




Semoga bermanfaat :)

21 August 2012

Install Grive - Google Drive Client untuk Linux di Ubuntu 12.04


Seperti yang telah kalian ketahui, Google Drive Client resmi dari Google belumlah dibuat untuk versi Linuxnya. Sedangkan metode Google Docs FS juga tidak bekerja begitu baik dengan Google Drive. Akan tetapi jangan kuatir, selain masih bisa diakses melalui media Web, bagi kalian para pengguna Linux juga masih mempunyai yang namanya Grive.

Grive adalah aplikasi Command Line Google Drive Client untuk Linux. Grive saat ini sudah memiliki fitur penuh dari Google Drive Sinkronisasi. Mulai dari upload, download, menghapus file secara remote maupun lokal, dll. Namun ada 2 kekurangan fitur yang masih belum dapat terpenuhi, yaitu sinkronisasi realtime secara otomatis dan juga tidak adanya fitur public link seperti Dropbox atau UbuntuOne. Jadi apabila kalian sudah mengupload file, kalian tetap harus mengakses Google Drive melalui media Web untuk mengkopi link publiknya. Akan tetapi fitur-fitur ini akan terus dikembangkan kedepannya.

Untuk menginstall Grive di Ubuntu 12.04 (juga Ubuntu versi-versi sebelumnya), ketikkan perintah berikut di terminal :

sudo add-apt-repository ppa:nilarimogard/webupd8
sudo apt-get update
sudo apt-get install grive



Cara Menggunakan Grive

Setelah Grive terinstall, kalian perlu melakukan beberapa hal sebelum dapat menggunakan Grive.

1. Pertama buat terlebih dahulu folder utama tempat menaruh dan mengambil file-file yang akan disingkronisasikan :

$ mkdir -p /home/namauser/Drive

2. Pindah ke dalam direktori yang telah kalian buat barusan :

$ cd /home/namauser/Drive

3. Autentikasikan Grive dengan akun kalian terlebih dahulu dengan mengeksekusi perintah ini :

$ grive -a


4. Kemudian kalian akan diminta untuk masuk ke sebuah halaman, pilih Allow Access, setelah itu kopikan kode yang muncul ke dalam terminal tempat kalian mengeksekusi perintah autentikasi Grive tadi.



Sekarang kalian dapat mengupload dan mendownload file ke/dari Google Drive melalui folder yang berada di /home/namauser/Drive.

6. Berhubung fitur untuk sinkronisasi secara realtime belum ada, maka kita dapat mensiasatinya dengan membuat sebuah script, lalu menambahkan script tersebut kedalam Cronjob.

Pertama buatlah sebuah script bernama grivesync.sh dengan mengeksekusi perintah berikut di terminal :

$ gedit /home/namauser/grivesync.sh

7. Setelah file tersebut terbuka, isikan script berikut kedalamnya :

#!/bin/sh
cd /home/rizal/Drive

grive

exit 0


8. Berikan file tersebut hak akses executable :

$ chmod +x /home/namauser/grivesync.sh

9. Setelah script tersebut terbuat, sekarang atur Cronjob agar dapat membuat Grive sinkronisasi selama 15 menit sekali berdasarkan script tadi. Caranya dengan mengetikkan perintah berikut :

$ crontab -e

Kemudian kalian akan diminta untuk memilih menggunakan Text Editor yang mana, sebaiknya pilih Nano saja sebagai text editor yang paling mudah dengan mengetikkan angka 2.

Select an editor. To change later, run 'select-editor'.
1. /bin/ed
2. /bin/nano <---- easiest 

3. /usr/bin/vim.basic 
4. /usr/bin/vim.tiny 

Choose 1-4 [2]: 2

10. Setelah itu akan terbuka sebuah file konfigurasi, pada baris yang paling bawah, tambahkan kode berikut ini :

0,15,30,45 * * * * /home/namauser/grivesync.sh


Jika sudah, simpan dan tutup filenya dengan menekan CTRL + X, Y, lalu Enter.

11. Sampai sini Grive sudah dapat digunakan secara penuh. Sekarang tiap 15 menit sekali, maka grive secara otomatis akan mensinkronisasikan seluruh file lokal maupun remote. Sayangnya untuk fitur copy public link masih belum ada cara untuk mensiasatinya, semoga saja pihak pengembang aplikasi ini akan segera memperbaikinya.

Semoga bermanfaat :)

SUMBER

19 August 2012

Selamat Hari Raya Idul Fitri :)


Sebuah posting singkat dari segenap penulis blog LinuxKU.com, kami mengucapkan Minal Aidzin Wal Fa'idzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri! :)
Apabila selama ini didalam blog ini terdapat salah-salah kata yang menyinggung atau kurang berkenan bagi para pembaca sekalian, kami minta maaf yang sebesar-besarnya. :)

Happy Open Source!

17 August 2012

Solusi Membaca Dokumen Microsoft Office di Linux


Google Docs, Microsoft 365, dan yang semisalnya adalah solusi bagi kita pengguna Linux yang memilih untuk meninggalkan Microsoft Office bajakan dan beralih ke LibreOffice. Singkatnya, kini kita bisa membuka dan mengedit format Microsoft Office dengan nyaman menggunakan Google Docs atau Microsoft 365 atau yang semisal mereka (asalkan ada internet).

Kita bisa membuka dan mengedit format Microsoft Office dengan sempurna seperti halnya membukanya di Microsoft Office meskipun kita tidak punya Microsoft Office. Beda dengan LibreOffice.

Intinya, kita bisa:

1. Membuka dokumen doc/docx/ppt/pptx/xls/xlsx dengan sempurna seperti membuka dengan Microsoft Office (atau minimal lebih sempurna daripada LibreOffice)
2. Mengedit dokumen tersebut
3. Menyimpan dokumen tersebut baik di akun Anda maupun di komputer (Google kasih Anda 5 GB gratis)
4. Mengatur keamanan dokumen Anda baik hanya untuk Anda, teman Anda boleh, teman terbatas, dan sebagainya
5. Membagikan dokumen itu ke seluruh dunia maya dengan tautan yang bisa Anda atur
6. Mengedit dokumen secara online dengan antarmuka menu=menu yang persis seperti Microsoft Office
7. Mengakses dokumen tersebut di mana saja (selama ada internet) meskipun di komputer tidak ada Microsoft Office.

Kunjungi Google Docs di http://docs.google.com. Untuk Microsoft 365, kunjungi: http://www.microsoft.com/en-us/office365.

Mengenai apa itu Google Docs dan Microsoft 365, Anda lebih baik mencari sendiri karena saya tak paham betul definisinya. Yang saya tahu pasti, mereka adalah Microsoft Office yang ada di web. Ini akan sangat memudahkan kita.



Semoga bermanfaat :)

Ini adalah tulisan dari Malsasa dari Forum Ubuntu Indonesia yang telah saya edit seperlunya. SUMBER

16 August 2012

Download Majalah Elektronik Kabar Cilsy Edisi 01


Alhamdulillah, komunitas Linux kecil-kecilan di sekolah saya yang bernama Cilsy sekarang sudah punya proyek majalah elektronik sendiri yang bernama Kabar Cilsy. Dan pada malem hari ini majalah tersebut udah rilis edisi yang pertama. :D Majalah ini isinya akan banyak membahas khususnya tentang jaringan dan Linux. So, jika kalian penggemar jaringan di Linux maka kalian wajib baca majalah ini ya :D

Rencananya majalah ini akan selalu rilis tiap 2 minggu sekali yang digarap oleh anggota-anggota komunitas kami. Kalian mau ikut menyumbang artikel? Monggo :) Posting saja di forum linuxcilsy.com, nanti artikel yang menarik bakalan kita masukin kok. :D

Sebenarnya masih banyak banget kekurangan yang ada didalam majalah ini, yang akan terus saya dan teman-teman saya kembangkan dan perbaiki terus kedepannya. Kritik dan saran dari kalian sangat membantu kami sebagai tim redaksi. :)

UNDUH KABAR CILSY EDISI 01

Seluruh isi dari majalah ini boleh kalian sebar luaskan, edit, perbaiki, asal tidak menghapus konten dan asal-usul didalamnya.

Semoga bermanfaat :)

15 August 2012

Cara Memount Partisi dan Drive Ketika Startup di Ubuntu/Linux Mint


Dulu disaat laptop saya masih dualboot antara Windows 7 dengan Ubuntu 10.10, saya pernah bertanya seperti ini, "apakah partisi Drive D yang ada di Windows dapat di mount secara otomatis menjadi partisi /home ketika di Ubuntu ya?" Hal ini masih menjadi teka-teki hingga akhirnya pada hari ini saya kembali menemukan kasus yang sama.
Ceritanya begini, Saya disuruh menginstallkan OS Ubuntu ke mesin teman saya. Nah ternyata partisi di laptop dia itu sudah hampir habis terpakai untuk menyimpan data di drive D semua. Yang tersisa untuk Ubuntu hanyalah 20GB Free Spacenya. Saya pun berfikir, 20 GB tidak akan cukup untuk dibagi menjadi partisi / dan /home bukan? Nah dari sinilah, pertanyaan saya dimasa lalu itupun mau tidak mau harus saya temukan jawabannya. Yaitu cara memount drive D tadi menjadi partisi /home ketika di Ubuntu.

Setelah mencari-cari di Google, ternyata hal itu dapat dilakukan. Dan caranya mudah sekali. :D Tertarik? Simak step-step berikut ini :

1. Pertama pastikan terlebih dahulu partisi drive D punya si Windows itu berada dimana? Gunakan perintah ini untuk mengeceknya :

sudo fdisk -l



2. Pada gambar diatas terlihat ada 3 buah partisi Windows yang terdapat di /dev/sda1, /dev/sda2, dan /dev/sda3. Penjelasan mengenai apa itu /dev/sda1, /dev/sda2, dan /dev/sda3 tidak akan saya bahas disini karena akan terlalu panjang nantinya. Lebih baik kalian cari tahu terlebih dahulu di Google mengenai penamaan partisi di sistem operasi Ubuntu.
Lanjut, pada kasus saya kali ini partisi /dev/sda1 adalah partisi C (jika di Windows), /dev/sda2 adalah partisi D, dan /dev/sda3 adalah partisi E. Oke, berarti kita telah mendapatkan partisi D berada dimana. Mari kita lanjut ke langkah berikutnya.

3. Setelah itu, edit file /etc/fstab untuk mendaftarkan partisi /dev/sda2 agar selalu di mounting ketika Ubuntu booting. Caranya dengan mengetikkan perintah berikut :

sudo gedit /etc/fstab

Ketika file konfigurasi fstab terbuka, isikan pada baris paling bawah dengan skrip dibawah ini :

/dev/sda2 /home ntfs defaults 0 0

Penjelasan dari baris diatas adalah sebagai berikut :

Nama drive -- /dev/sda2
Lokasi dimana akan dimounting -- /home
Format disk -- ntfs [atau fat32 atau ext4 tergantung dari format harddisk kalian masing-masing]
Pilihan -- defaults [ikutin aja]
Dump -- 0 [ikutin aja]
Pass -- 0 [ikutin aja]


Selanjutnya save dan tutup file tersebut. Dan kemudian coba restart Ubuntu kalian. Taraa! Drive D pun sudah termounting ke partisi /home secara otomatis :D

Semoga bermanfaat :)

SUMBER

14 August 2012

Install Ikon Opal-Acyl di Ubuntu 12.04 LTS/Linux Mint


Ikon Opal-Acyl adalah ikon default dari distro Black Opal yang dibuat oleh tim Ultimate Edition. Ikon ini sangat keren apalagi jika dipadukan dengan tema yang berwarna gelap atau silver.


Untuk menginstallnya di Ubuntu 12.04 atau Linux Mint, silahkan jalankan perintah berikut di terminal :

sudo add-apt-repository ppa:noobslab/icons
sudo apt-get update
sudo apt-get install acyl-icons


Semoga bermanfaat :)

SUMBER

13 August 2012

Cara mendisable IPV6 di Ubuntu 12.04 LTS


Apakah kalian merasa internet kalian melambat ketika menjalankannya di Ubuntu 12.04 LTS? Jika iya, maka kalian perlu untuk lanjut menyimak postingan ini. :D
Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan internet melambat. Dan salah satunya adalah karena lambatnya proses meresolve hostname menjadi ip address yang disebabkan karena DNS perlu mengecek 2 versi ip address yaitu IPV6 dan IPV4. Ini menyebabkan DNS harus bekerja dua kali, yaitu mengecek apakah misalnya hostname "a" terdapat di IPV6 dan juga di IPV4. Padahal semestinya ini tidak perlu, karena internet saat ini masih di dominasi oleh IPV4. Solusinya apa? Yap, disable IPV6!

1. Cara mendisable IPV6 sangatlah mudah. Pertama buka terminal, kemudian edit file konfigurasi /etc/sysctl.conf dengan teks editor favorit kalian, disini saya menggunakan nano :

sudo nano /etc/sysctl.conf

2. Pada baris paling bawah file tersebut, tambahkan baris skrip ini :

# Disable IPv6
net.ipv6.conf.all.disable_ipv6 = 1
net.ipv6.conf.default.disable_ipv6 = 1
net.ipv6.conf.lo.disable_ipv6 = 1



Save dan tutup file tersebut.

3. Terakhir jalankan perintah berikut untuk mengaktifkan perubahan :

sudo sysctl -p

Semoga bermanfaat :)

12 August 2012

Menu Editor Untuk Gnome dan Unity – Ubuntu/Linux Mint

Pada hari ini, saya akan memperkenalkan MenuLibre kepada para pembaca setia di blog ini. Proyek yang dibuat oleh Sean Michael Davis yang menawarkan fitur canggih untuk mengedit menu desktop environments seperti GNOME, Unity, LXDE atau XFCE. MenuLibre sangat mudah digunakan dan didasarkan pada GTK +.


Berikut adalah beberapa fungsi yang di tawarkan pada MenuLibre:
  • Membuat/memodifikasi launchers
  • Mengedit user/sistem menu
  • Menambah/menghapus/re-order quicklists
  • Modifikasi kategori aplikasi yang terinstall
  • Melihat/memodifikasi perintah aplikasi, dll

Untuk menginstal MenuLibre di Ubuntu atau Linux Mint 12.04/11.10 13 atau versi lama, buka terminal dan jalankan perintah dibawah ini:

-sudo add-apt-repository ppa:menulibre-dev/devel
-sudo apt-get update
-sudo apt-get install menulibre

 Catatan:
Ketika anda membuka MenuLibre melalui Dash Unity, sebaiknya pilih Menu Editor bukan Main Menu karena keduanya menggunakan ikon yang sama:

Semoga Bermanfaat :)

Sumber
 

11 August 2012

Solusi Gagal Meremove Vsftpd di Ubuntu Server 12.04


Hai kawan-kawan, saya baru saja mengalami masalah yang sepele namun cukup membuat kepala berurat -_-. Masalahnya sebenarnya simpel, saya cuma tidak bisa meremove/menguninstall aplikasi FTP Server Vsftpd di mesin Ubuntu Server 12.04 saya. Pesan errornya adalah seperti ini :

rizal@server:~$ sudo apt-get remove vsftpd
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
The following packages will be REMOVED:
vsftpd
0 upgraded, 0 newly installed, 1 to remove and 1 not upgraded.
1 not fully installed or removed.
After this operation, 475kB disk space will be freed.
Do you want to continue [Y/n]? Y
(Reading database ... 37489 files and directories currently installed.)
Removing vsftpd ...
dpkg: error processing vsftpd (--remove):
subprocess installed post-removal script returned error exit status 1
Errors were encountered while processing:
vsftpd
E: Sub-process /usr/bin/dpkg returned an error code (1)


Sempat mencari-cari solusinya ke google tidak juga membuahkan hasil. Hingga akhirnya saya nyangkut di salah satu trit di forum ini, disitu ada salah satu user yang memposting seperti ini :

Deleted the "ftp" user in Users Settings - that cleared the error & removed the package.

User tersebut menyuruh untuk menghapus user ftp dari system. Apa benar ya? Akhirnya saya pun mencobanya. Untuk menghapus user ftp saya gunakan perintah ini :

sudo userdel ftp

Dan ternyata benar! Sekarang coba deh remove Vsftpd nya lagi pasti udah bisa :D

Semoga bermanfaat :)

Download Kaspersky Antivirus Full Free di Android


Postingan kali ini agak mirip dengan postingan saya sebelumnya yang tentang cara install Antivirus Kaspersky di Android juga. Namun yang membedakan dengan versi Kaspersky yang kali ini adalah, dia tidak membutuhkan crack atau serial number apapun. Tinggal install, klik validate, langsung siap pakai + bisa update juga (membutuhkan koneksi internet). Sudah tested di Samsung Galaxy Young. :D

Kaspersky adalah antivirus terkemuka yang sangat powerfull dalam urusan proteksi virus, malware, spyware, dll pada perangkat Android kalian. Berikut adalah fitur dari Kaspersky untuk Android yang saya kopikan dari situs resminya :

* Kaspersky Mobile Security delivers real-time protection from viruses, spam, malicious programs, and unwanted calls and SMS texts, plus an instant, cloud- based scanning of downloaded apps.
* Our unique privacy mode allows you to control access to your contacts and communications.
* Advanced anti-theft protection remotely disables, cleans, and finds your missing phone via Google Maps – even if your SIM card has been replaced.


DOWNLOAD KASPERSKY ANTIVIRUS FOR ANDROID




Semoga bermanfaat :)

SUMBER

09 August 2012

Samsung Galaxy Tab 2 & Asus TF700 Android Tablet

Samsung Galaxy Tab 2 (7-Inch, Wi-Fi)
Samsung Galaxy Tab 2 (7-Inch, Wi-Fi)

Product Features

  • Android 4.0 (Ice Cream Sandwich) OS
  • 7-inch Multitouch Screen (1024 x 600)
  • 8GB Internal Memory; microSD expansion up to 32GB
  • Wireless N Wi-Fi (802.11b/g/n); Bluetooth 3.0
  • 1GHz Dual-Core Processor; 1GB RAM




ASUS TF700T-B1-GR 10.1-Inch Tablet (Gray)


Features
:

10.1-inch WUXGA IPS capacitive pressure-sensing multi touch display for brilliant Full HD entertainment and intuitive navigation. 178° viewing angle (1920 x 1200) protected by Corning Gorilla Glass 2
Powered by NVIDIA Tegra 3 4-plus-1 Quad-core processor @ 1.6Ghz with 12-core GPU for low power consumption and the highest performance
Android 4.0 Ice Cream Sandwich OS with Adobe Flash support and over 500,000 downloadable applications on the Android Market.2
Front (2MP) and rear (8MP) cameras for face-to-face video chats and on-the-go video and picture capturing.
Optional Docking station with QWERTY keyboard adds additional 4.5 hours of battery life, to instantly turn the Transformer into PC mode with up to 14 hours of battery life.1
Ultra-slim and light (.33" thin and 1.32lbs light) with stylish swirl design

Install TweetDeck di Ubuntu 12.04


Ada temen yang nyoba install TweetDeck di ubuntu 12.04 tapi gagal son. Ternyata AdobeAir tidak lagi suport ubuntu :(. Padahal doi udah baca tutorial install TweetDeck di sini juga... wadeww..

Oke jo.. yuk kita coba install TweetDeck di Ubuntu 12.04, haia..

Download Adobe Air lalu rubah permisionnya dan install dengan
  • chmod +x AdobeAIRInstaller.bin
  • sudo ./AdobeAIRInstaller.bin
Kalau semua berjalan lancar, kita bisa langsung menginstallnya, tapi kalau ada error, gunakan step berikut :

joherujo@jo-Desktop:~$ locate libgnome-keyring.so 
/usr/lib/i386-linux-gnu/libgnome-keyring.so.0
/usr/lib/i386-linux-gnu/libgnome-keyring.so.0.2.0

Lalu buat symlink ke folder /usr/lib :

  • sudo ln -s /usr/lib/i386-linux-gnu/libgnome-keyring.so.0 /usr/lib/libgnome-keyring.so.0
  • sudo ln -s /usr/lib/i386-linux-gnu/libgnome-keyring.so.0.2.0 /usr/lib/libgnome-keyring.so.0.2.0
Kemudian, kita install Adobe Airnya
Ikuti saja step demi stepnya, hingga selesai, ketika semua sudah berjalan, langkah berikutnya adalah dengan menginstall TweetDecknya

Double Klick-lah file TweetDeck_0_38.2.air yang tadi kita download, maka kita akan dibawa ke proses installasi TweetDeck berbasis grafis yang tentunya mudah untuk kita ikuti.

Setelah semua berjalan sempurna, maka kita telah berhasil menginstall TweetDeck di Ubuntu 12.04 LTS

Nah, segitu aja jo.. moga berhasil menginstall keduanya ya :)